FLORESPOS.ID – Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Indonesia kini terancam oleh China di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah konferensi virtual Forum Brussels baru-baru ini, menurut laporan Hindustan Times seperti dikutip VIVA.

“Saya baru saja berbicara tentang ancaman dari Partai Komunis China. (Ada) ancaman untuk India, Vietnam, Indonesia, Laut China Selatan, dan Filipina,” ucap Pompeo.

Memanasnya kembali situasi Laut China Selatan seiring dengan aksi kampanye militer China di kawasan tersebut.

AS menjadi negara yang paling agresif dalam menghadapi situasi tersebut. AS diketahui telah memastikan menempatkan pasukan Angkatan Bersenjata AS di sejumlah lokasi baru.

Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara lain di Asia Tenggara (Filipina, Malaysia, dan Vietnam.) dan juga India. Negara-negara ini akan ada dalam pengawasan militer AS.

“Kami berpikir bahwa itu adalah tantangan waktu bagi kami, dan kami memastikan kami punya sumber daya untuk melakukan itu (pengamanan),” kata Pompeo.

Tidak tinggal diam, akhir pekan lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah mengerahkan empat kapal perang ke Perairan Natuna.

Empat kapal perang tersebut, yaitu KRI KRI Bung Tomo 375, KRI Yos Sudarso 353, KRI Wiratno 379 dan KRI Bontang 907.

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmad Heri Purwono, memastikan pengerahan ini adalah respons TNI dari memanasnya tensi konflik di Laut China Selatan.

“Saat ini situasi meningkatnya tensi di Laut China Selatan,” katanya.

Hubungan China dan India Memanas

Dalam waktu yang bersamaan, hubungan China dan India memang tengah memanas setelah bentrok yang mengakibatkan korban tewas dari pihak militer kedua negara beberapa waktu lalu.

Konflik tersebut mengerucut di wilayah Landakh, perbatasan China dan India, dan kini menjadi fokus perhatian dunia.

Sebagai sekutu India, AS resmi mengonfirmasi akan mengirim pasukannya ke India untuk tentara Angkatan Bersenjata India (BSS), dalam konflik dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Pasukan AS yang akan datang ke India adalah pasukan yang baru dipindahkan dari Jerman, yaitu Komando Angkatan Bersenjata AS untuk Eropa (EUCOM).

Menurut Pompeo, keputusan mengirim pasukan ke India dianggap sebagai sebuah tantangan untuk menghadapi China.

AS juga sudah lebih dulu melakukan peninjauan strategis terkait ancaman yang akan dihadapi.

Pompeo juga memastikan alokasi sumber daya mulai dari intelejen, personel militer, divisi siber untuk menghadapi tekanan tersebut.*